<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2681620246294114032</id><updated>2011-04-21T19:57:06.749-07:00</updated><title type='text'>NGGALIH ROSO II</title><subtitle type='html'>"Ngejowantahing jalmo winasis ono ing bumi nuswantoro pratondo dadi jejeking perkawis haq lan dadi lingsire perkawis batil"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://badruns7.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2681620246294114032/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badruns7.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kang Badruns7</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-1HEzfEoL6eQ/TaLrisTJrCI/AAAAAAAAAa0/fVA5DXUt-k8/s220/Yes_yes_2011.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2681620246294114032.post-4494741887971365952</id><published>2009-02-22T22:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T23:20:11.338-08:00</updated><title type='text'>Mencari Manusia Setengah Dewa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://fathululum-badruns7.blogspot.com/"&gt;Mencari Manusia Setengah Dewa &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://islamalternatif.net/id/index.php?topic=sejarah"&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Dina Sulaeman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Republik Islam Iran memiliki sistem pemerintahan yang berbeda dengan negara-negara lain di dunia. Kepemimpinan tertinggi dalam negara ini dipegang oleh seorang Wali Faqih atau ulama dengan kriteria yang sangat banyak: memiliki keilmuan yang dibutuhkan untuk memberi fatwa dalam urusan agama, memiliki integritas dan kesucian akhlak yang dibutuhkan untuk memimpin umat Islam, dan memiliki visi politik dan sosial, kebijaksanaan, keberanian, kemampuan adiministrasi, dan kemampuan pemimpin yang memadai. Benar-benar kriteria manusia setengah dewa.----------------------------------------------------Salju lebat yang datang terlalu cepat, sebelum musim dingin tiba, seolah memberikan warna baru pada pemilu 15 Desember di Teheran. Poster-poster para kandidat pemilu yang digantung di pohon-pohonan Jalan Chamran tampak membeku diselimuti salju. Pemandangan di jalan-jalan besar lain di kota Teheran tak jauh berbeda. Pepohonan, dinding-dinding, pagar-pagar, halte bus, bahkan tiang listrik, penuh dengan tempelan poster-poster para kandidat. Sehari sebelum pelaksanaan pemilu, semua poster-poster itu pun ditarik dan disingkirkan, disaksikan oleh pepohonan yang tengah menahan endapan salju di ranting-rantingnya.Pemilu yang kali ini diselenggarakan di Iran adalah pemilu yang lain daripada yang lain. Pemilu yang hanya ada satu-satunya di dunia, yaitu pemilu Dewan Pakar (Majles-e Khubregan), sebuah lembaga yang terdiri dari 86 ulama pilihan rakyat dari berbagai penjuru Iran. Posisi para ulama di Dewan Pakar adalah posisi yang sangat krusial karena merekalah yang akan memilih dan menetapkan Wali Faqih, pemimpin tertinggi dalam Republik Islam Iran. Namun anehnya, posisi ini tidak mendatangkan uang karena para ulama yang duduk di Dewan Pakar sama sekali tidak mendapatkan gaji dari negara. Hiruk pikuk menjelang pemilu sudah terasa sejak dua-tiga bulan menjelang hari H. Namun, yang banyak bersuara adalah para pendukung ulama, bukan ulamanya sendiri, terutama dari kalangan yang menamakan diri kelompok reformis. Mereka membuat weblog-weblog untuk membentuk opini. Sebanyak 495 ulama mendaftarkan diri untuk bertarung dalam pemilu. Mereka kemudian diverifikasi oleh KPU yang juga terdiri dari para ulama. Jauh sebelum hasil verifikasi keluar, kelompok reformis sudah melemparkan ancaman, "Kalau kandidat-kandidat kami tidak lolos seleksi, artinya pemilu ini tidak valid," kata Musavi Lari, seorang ulama reformis garis keras. Namun Musavi Lari akhirnya tetap harus gigit jari karena mayoritas pemilih tetap memberikan suara mereka kepada ulama-ulama dari sayap konservatif.Verifikasi dilakukan untuk meneliti tingkat keilmuan para kandidat. Para ulama yang boleh duduk di Dewan Pakar haruslah sudah mencapai tingkat "mujtahid" (menguasai keilmuan yang dibutuhkan untuk mengambil deduksi hukum syar'i). Para ulama yang sudah dikenal, antara lain yang sudah bergelar ayatullah bisa dipastikan lolos verifikasi secara otomatis. Namun, nama-nama baru harus mengikuti ujian tulis di bidang hukum Islam. Di kota Teheran, ada 3 ulama perempuan yang mencalonkan diri namun kemudian dinyatakan tidak lulus ujian tulis. Dari 495 pendaftar, ada 166 ulama yang lolos seleksi dan bertarung dalam pemilu. Setiap provinsi di Iran akan mendapat jatah ulama sesuai dengan perbandingan jumlah penduduk. Warga Teheran yang berjumlah 8 juta orang memiliki jatah 16 ulama untuk duduk di Dewan Pakar. Dalam pemilu kali ini, untuk pertama kalinya ada kandidat yang lolos seleksi meski dia tidak dikenal sebagai ulama dan tidak mengenakan baju jubah khas ulama, yaitu Doktor Mohsen Esmaili. Dia ahli bidang fisika yang kemudian mengambil doktor di bidang hukum. Sambil kuliah di universitas, dia juga menutut ilmu keislaman di hawzah ilmiah, lembaga yang mencetak para ulama di Iran hingga mencapai derajat "mujtahid". Namun rupanya dia tidak berhasil mendapat suara cukup banyak sehingga tidak termasuk dalam 16 ulama wakil rakyat Teheran.Ketika 86 ulama telah terpilih untuk duduk di Dewan Pakar, mereka akan mengadakan sidang untuk memilih seorang Wali Faqih di antara mereka sendiri. Republik Islam Iran memiliki sistem pemerintahan yang berbeda dengan negara-negara lain di dunia. Kepemimpinan tertinggi dalam negara ini dipegang oleh seorang Wali Faqih atau ulama dengan kriteria yang sangat banyak: memiliki keilmuan yang dibutuhkan untuk memberi fatwa dalam urusan agama, memiliki integritas dan kesucian akhlak yang dibutuhkan untuk memimpin umat Islam, dan memiliki visi politik dan sosial, kebijaksanaan, keberanian, kemampuan adiministrasi, dan kemampuan pemimpin yang memadai. Benar-benar kriteria manusia setengah dewa.Dua minggu menjelang pemilu, jalanan mulai ramai oleh tempelan poster. Namun poster yang dipajang lebih banyak poster-poster para kandidat Dewan Kota (DPRD) yang digelar bersamaan dengan pemilu Dewan Pakar. Di channel-channel televisi lokal dan radio, para ulama kandidat Dewan Pakar secara bergantian berpidato. Umumnya isi pidato mereka bukan mengkampanyekan diri sendiri, melainkan menjelaskan kepada rakyat Iran apa tugas dan posisi Dewan Pakar dalam sistem negara. Kampanye juga dilakukan dengan memanfaatkan internet, namun lagi-lagi, lebih bertema khutbah dan menjelaskan riwayat hidup tiap kandidat. Di masjid-masjid, kesibukan juga mulai terasa. Para ibu setelah usai sholat berjamaah sibuk berdiskusi, ulama mana yang sebaiknya dipilih dalam pemilu. Tentu saja tidak semua orang antusias menyambut pemilu ini. Seorang penduplikat kunci yang saya temui di kios kecilnya di Jalan Satarkhan yang penuh dengan ratusan poster kandidat, dengan sengit berkata, “Apa gunanya ikut pemilu?! Yang mereka lakukan hanyalah apa yang mereka inginkan, bukan apa yang kami inginkan!” Ada juga yang tetap ikut pemilu meski skeptis, “Yah, yang penting partisipasi,” kata Alireza, seorang lelaki usia 30-an. Kegiatan politik rakyat Iran tidak bergantung pada partai-partai politik. Dalam pemilu apapun, siapa saja bisa mendaftarkan diri sebagai kandidat, tanpa perlu melewati partai. Namun biasanya, banyak kandidat yang mendapat dukungan dari partai atau lembaga-lembaga semi partai. Secara umum ada dua kubu politik konservatif (ushulgara) dan reformis (eshlahtalab) yang bertarung dalam dunia politik Iran. Ada berbagai kelompok atau lembaga politik yang aktif di kedua kubu. Masing-masing kelompok mengeluarkan list atau daftar nama kandidat-kandiat yang mereka dukung. Kelompok Jameatain (konservatif) misalnya, merilis 16 nama, antara lain Ayatullah Mishkini dan Ayatullah Misbah Yazdi. Sementara itu, kelompok-kelompok reformis, seperti Karguzaran Sazandegi dan Partai Pemuda Iran Islami beraliansi menyusun empat belas nama dalam list mereka, antara lain Rafsanjani, Hasan Ruhani, dan Ghulamreza Rizwani. Saat saya berjalan-jalan mengunjungi sebuah TPS di kawasan Tehran Barat dan membaur di tengah para pemilih, di sebuah sudut terdengar bisik-bisik dua perempuan, seorang ibu tua dan gadis muda. Si Ibu meminta tolong kepada si gadis untuk menuliskan nama para kandidat pilihannya di atas formulir khusus. Ada tiga lembar kertas sederhana berukuran 20x15 cm yang mirip kwitansi toko, satu kuning emas, satu biru, dan satu lagi merah muda. Di formulir kuning emas ada enam belas kolom kosong yang harus diisi nama-nama para ulama pilihan. Si gadis dengan patuh menuliskan 16 nama ulama dari list Jameatain, pilihan si ibu. Formulir warna merah muda harus diisi kandidat pemilu sela Parlemen (untuk menggantikan anggota parlemen yang mengundurkan diri atau meninggal dunia). Untuk mengisi formulir biru (pemilu dewan kota), si Ibu menyerahkan sebuah brosur kecil. Si gadis protes dengan suara pelan, “Tidak ada gunanya memilih orang-orang ini. Kenapa Ibu tidak memilih orang-orang reformis?” Jawab si ibu, “Ah, biarlah, ini jadi tanggung jawab Ahmadinejad.”Saya melirik brosur itu, ternyata berisi nama-nama kandidat Dewan Kota yang beraliansi di bawah nama Raihane Khus Khedmat. Isu yang tersebar, aliansi itu mendapat dukungan dari Presiden Ahmadinejad. Si gadis kembali diam dan mengisi formulir. Si Ibu duduk di kursi sebelah si gadis, “Aku cuma menjalankan kewajiban syar’i, demi Islam,” katanya. “Baguslah,” jawab si gadis. Di TPS itu, tampak orang-orang berdatangan bersama keluarga mereka. Anak-anak kecil pun diajak oleh orangtua mereka, membuat suasana ruangan riuh rendah. Semakin siang, antrian panjang mengular sampai keluar ruangan. Membludaknya peserta pemilu membuat KPU memutuskan agar waktu pelaksanaan diperpanjang hingga 3 jam. Di kota Damghan, Iran timur, bahkan dikabarkan ada sepasang pengantin datang ke TPS lengkap dengan pakaian pengantin mereka. Menurut data dari KPU Iran turn-out vote pemilu kali ini mencapai 61 persen. Sebelumnya, banyak pihak menyatakan bahwa pemilu kali ini adalah ujian untuk Ahmadinejad yang berasal dari kubu konservatif. Bila rakyat banyak yang datang ke pemilu, artinya rakyat masih mendukung kelompok konservatif. Tak heran bila sehari setelah pemilu, Ahmadinejad menulis surat terbuka untuk rakyat Iran, menyatakan terimakasihnya atas kehadiran mayoritas rakyat ke pemilu. Di televisi nasional diperlihatkan antrian-antrian panjang –di beberapa kota bahkan antrian terjadi di tengah deraian salju—di TPS-TPS yang umumnya digelar di sekolahan atau masjid. Bahkan Presiden Ahmadinejad dan Ketua Parlemen Haddad Adel pun harus rela berdiri mengantri selama lebih sepuluh menit sebelum KTP mereka diberi stempel pemilu dan mendapatkan tiga lembar formulir untuk diisi. Pemilu di Iran selama ini memang diselenggarakan dengan cara yang sangat simpel. Tak dilakukan pendaftaran pemilih. Setiap orang yang mau berpartisipasi dalam pemilu tinggal datang ke TPS terdekat di manapun dia berada dengan membawa KTP yang berbentuk paspor. Di bagian belakang KTP itu ada lembaran khusus tempat membubuhkan stempel-stempel pemilu. Setelah distempel oleh panitia, dia akan mendapatkan formulir untuk diisi nama-nama kandidat pilihannya, lalu dimasukkan ke kotak suara. Selama ini pun kotak suara dibuat dari kardus bekas yang dibungkus kain seadanya. Baru mulai pemilu kali ini disediakan kotak suara permanen dari bahan plastik. Wewenang seorang Wali Faqih sangat besar, jauh melebihi wewenang seorang presiden. Wali Faqih-lah yang menandatangani surat pengangkatan presiden setelah terpilih melalui pemilu, menghentikan presiden jika Mahkamah Agung memutuskan bahwa presiden tersebut bersalah melanggar tugas-tugas konstitusionalnya atau jika parlemen menyampaikan mosi tidak percaya, menetapkan komandan tertinggi dalam angkatan bersenjata nasional, menyatakan perang dan damai, dan memobilisasi angkatan bersenjata. Selain itu, Wali Faqih berwewenang menunjuk, memberhentikan, dan menerima pengunduran diri dari beberapa lembaga penting, seperti Ketua Mahkamah Agung, Kepala Radio dan Televisi, atau Pemimpin Dewan Pengawal Revolusi Iran. Saat ini, Wali Faqih Iran dijabat oleh Ayatullah Khamenei. Dia terpilih secara aklamasi dalam sidang Dewan Pakar yang diselenggarakan segera setelah Imam Khomeini meninggal dunia tahun 1989. Sejak itu, setiap kali Dewan Pakar terbentuk melalui pemilu 8 tahun sekali, Ayatullah Khamenei kembali terpilih sebagai Wali Faqih, hingga hari ini. Dewan Pakar juga bersidang setahun sekali untuk mengevaluasi kinerja Wali Faqih. Bila mereka mendapati Wali Faqih tidak menjalankan tugas dengan baik atau melanggar Undang-Undang, Dewan Pakar berhak memberhentikannya dan menggantinya dengan ulama lain.***Matahari kota Teheran hari itu memang bersinar cerah dan salju telah berhenti turun, menyisakan gumpalan-gumpalan salju di tempat teduh. Namun, udara tetap terasa dingin menyengat tulang sumsum dan angin bertiup memedihkan mata. Sengatan dingin itu rupanya tak menghalangi orang-orang untuk datang ke kotak-kotak pemilihan suara, untuk mencari dan memilih manusia setengah dewa. Sulit dipercaya bahwa mereka ada, tapi sebagian orang-orang Iran sepertinya meyakininya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[]Tehran, 17 Des 06&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://fathululum-badruns7.blogspot.com/"&gt;Penulis: Editor dan Penyiar Radio Bahasa Indonesia &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://fathululum-badruns7.blogspot.com/"&gt;(IRIB Islamic Rep. of Iran Broadcasting)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2681620246294114032-4494741887971365952?l=badruns7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badruns7.blogspot.com/feeds/4494741887971365952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badruns7.blogspot.com/2009/02/mencari-manusia-setengah-dewa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2681620246294114032/posts/default/4494741887971365952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2681620246294114032/posts/default/4494741887971365952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badruns7.blogspot.com/2009/02/mencari-manusia-setengah-dewa.html' title='Mencari Manusia Setengah Dewa'/><author><name>Kang Badruns7</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-1HEzfEoL6eQ/TaLrisTJrCI/AAAAAAAAAa0/fVA5DXUt-k8/s220/Yes_yes_2011.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2681620246294114032.post-3997770728314301112</id><published>2009-02-22T22:13:00.003-08:00</published><updated>2009-02-22T22:18:10.062-08:00</updated><title type='text'>Sayyid Hasan Nasrulloh</title><content type='html'>Pahlawan Arab dan Islam: Sayyid Hasan Nasrullah atau Saddam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Saleh LapadiHukuman mati Saddam merupakan upaya balas dendam mereka, selain Iran yang oleh Barat dicitrakan sedemikian rupa bakal membuat senjata nuklir dengan program damai nuklirnya. Syiah Iran dan Irak akan mengancam Ahli Sunah yang ada di negara-negara Arab. Padahal semua tahu, Saddam yang Sunni itulah yang sempat mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dengan menyerang Iran yang Syiah dan Kuwait yang Sunni. Sebagian negara-negara Arab sedang berusaha keras untuk menunjukkan bahwa pilihan mereka kali ini dalam rangka menghadapi musuh Islam. --------------------------------------------------------------------------Siapa yang memecah belah Syiah dan Sunni tidak tergolong dari keduanya.Kaum muslimin hendaknya semakin waspada. (Imam Khomeini)Dunia Islam dan Arab baru saja merayakan kemenangan Hizbullah yang dipimpin oleh Sayyid Hasan Nasrullah. Dalam perang 33 hari Hizbullah mampu menghadapi Israel yang dibantu oleh Amerika dan sebagian negara-negara Eropa. Kemenangan itu membuat Sayyid Hasan Nasrullah menjadi terkenal di seluruh dunia. Olmert sendiri harus terpaksa mengakui bahwa orang paling berani di tahun 2006 adalah Sayyid Hasan Nasrullah. Tiba-tiba dunia dikejutkan dengan keputusan hukuman mati Saddam Husein. Banyak yang pro dan kontra dengan penggantungan Saddam. Libia secara resmi melakukan acara berkabung selama tiga hari dan membandingkan Saddam Husein dengan Umar Mukhtar yang mati di tiang gantungan. Husein Mubarak presiden Mesir dalam wawancaranya dengan salah satu media Israel mengatakan: "Tidak seorang pun yang akan melupakan cara penggantungan Saddam. Mereka telah mensyahidkannya. New York Times melaporkan, di Yordania diadakan upacara berkabung yang diikuti secara besar-besaran yang diikuti oleh sekitar 14 partai oposisi. Partai oposisi yang sebenarnya bentukan kerajaan Yordania sendiri. Hasan Fattah salah satu kolumnis New York Times melaporkan bahwa sepekan setelah hukuman mati Saddam, terjadi perang antar kelompok-kelompok yang ada di Irak. Sementara al-Maliki sendiri membantah itu dengan pernyataanya bahwa setelah hukuman mati Saddam, Irak lebih tenang dari hari-hari sebelumnya. Ali Nafi, wakil presiden Sudan, menyatakan bahwa: "Saddam Husein mencintai Irak dan rakyat Irak". Salah satu perwakilan Al-Jazirah di Mesir pergi ke salah satu kota kecil bernama Ezzat Saddam (kemuliaan Saddam). Di sana dia mengadakan upacara berkabung. Gambar yang ditampilkan diusahakan sedemikian rupa bahwa yang ikut dalam prosesi itu adalah masyarakat Mesir. Sebagian lain memadankan Saddam dengan al-Hallaj sang tokoh sufi. Bahkan ada juga yang menyerunya dengan sebutan "Ya Ahlat Takwa wal Maghfirah!". Dan banyak ungkapan lain yang memuji Saddam.Sebulan sebelum Saddam dijatuhi hukuman mati, semua dunia, tidak terkecuali dunia Arab, menganggap Saddam sebagai pembunuh berdarah dingin. Tangannya dilumuri dengan darah orang-orang Syiah, Sunni dan Kurdi di Irak. Ia juga dikenal sebagai agresor yang menyerang Iran dan Kuwait. Tanpa belas kasihan rakyat Irak sendiri dibunuh dengan senjata kimia, apalagi yang dilakukannya terhadap rakyat Iran dalam peperangan delapan tahun. Betapa banyak ulama Islam Sunni dan Syiah yang dibunuh olehnya. Syahid Muhammad Baqir Shadr ulama paling terkemuka Syiah dan menjadi tokoh cendekiawan dunia Islam dibunuh beserta adik perempuannya. Ketika Saddam mengagresi Kuwait, Abdullah bin Baz mengeluarkan fatwa agar semua negara-negara Arab untuk berjihad menghadapi Saddam. Bin Baz tidak lupa mengatakan bahwa Saddam seorang atheis dan kafir yang zalim. Seandainya dia mengaku muslim pun Saddam harus diperangi hingga ia mengembalikan hak-hak kaum muslim. Apa lagi jelas ia seorang atheis. Bin Baz menambahkan: "Tidak ada taubat bagi seorang zalim sehingga ia mengembalikan hak yang dirampasnya. Saat ini terbalik Saddam yang kemarin atheis, kafir dan zalim telah menjadi seorang "syahid".Semua ini berubah setelah Saddam digantung. Alasannya karena dia digantung di hari Idul Qurban. Padahal semua tahu bahwa peradilan di bawah bentukan dan tekanan Amerika. Sejam sebelum digantung, Saddam masih di tangan Amerika. Pada akhir prosesi penggantungan Saddam, ada helikopter di atas yang menanti jasadnya untuk langsung diterbangkan ke Tikrit kota kelahirannya. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan hukuman mati itu pemerintah Irak dalam tekanan Amerika.Tempat penggantungan Saddam memang sengaja dipilih tempat digantungnya Syahid Muhammad Baqir Shadr. Sehingga ketika rekaman itu ada suara-suara yang menyebutkan kata Baqir Shadr. Masih jelas dalam ingatan bagaimana ketika Syahid Shadr diseret menghadap Saddam listrik seluruh kota dipadamkan. Dengan wajah berlumuran darah Syahid Shadr dibawa menghadap Saddam. Ketika sudah berhadapan, Saddam bertanya: "Siapakah Anda?" Syahid Shadr menjawab: "Shadr" Saddam lantas bergumam: "Rajulun". Sebuah ungkapan pada seorang tokoh kharismatik. Tokoh yang membuatnya takut akan keruntuhan tahtanya. Pada waktu itu juga, pihak keamanan menyiapkan penggilingan. Itu disiapkan bagi mereka yang melakukan protes atas pembunuhan Syahid Shadr. Sebagian suara rekaman terdengar yel-yel untuk Muqtada Shadr yang ayahnya juga dibunuh di tempat yang sama. Harian ar-Riyadh memanfaatkan rekaman itu dengan mengatakan bahwa Muqtadha Shadr ada di lokasi penggantungan Saddam. Bahkan tidak cukup itu saja, Sayyid Aziz al-Hakim pun dituduh hadir pada acara itu. Lebih dari itu, dalam prosesi itu ketika kamera mengarah ke tempat lain terdengar suara syahadat walaupun tidak keras. Orang-orang menyangka yang mengucapkan itu adalah Saddam Husein, padahal belum terbukti. Karena suara tersebut tidak disertai dengan gambar ucapan yang keluar dari bibir Saddam. Hamas juga diberitakan tidak setuju dengan hukuman mati Saddam Husein, namun segera Ismail Haniah memberikan klarifikasi bahwa kabar itu tidak benar. Semua skenario ini dibuat sedemikian rupa untuk membuat pahlawan baru menandingi popularitas Sayyid Hasan Nasrullah. Barat tidak senang dengan prestasi yang diraih oleh Hizbullah dengan tokoh sentralnya Sayyid Hasan Nasrullah. Kecintaan akan Sayyid Hasan Nasrullah akan menjadi ancaman terhadap eksistensi Israel. Usaha Olmert yang mengakui secara langsung bahwa Israel memiliki senjata nuklir adalah upaya untuk mengembalikan citra kekuatan tak terkalahkan Israel. Inggris juga berusaha sedemikian rupa untuk mendongkrak kembali image bahwa Israel masih merupakan kekuatan tak tertandingi di kawasan, namun tidak berhasil. Saddam sekuel baru, pasca hukuman mati, dimunculkan sebagai hero. Seorang hero yang oleh perawatnya Robert Elyas digambarkan sebagai seorang paling humanis dan agamis. Disebutkan bagaimana ia tidak bicara bila tidak perlu, tidak pernah marah dan mencaci siapapun, murah senyum, tidak pendendam (karena tidak pernah menyebutkan nama musuhnya), memberi makan burung dari sisa rotinya dan lain-lain. Di sisi lain Saddam juga melakukan salat lima waktunya dengan teratur, membaca al-Quran dan tidak lupa berpuasa di bulan Ramadhan. Tentu saja kondisi ini membuat dia harus mengomentari hukuman mati Saddam seperti ini: "Ini pengalaman hidup yang menyakitkan dan menyedihkan". Namun, hero aspal ini, memiliki latar belakang hitam dan kelam. Ia menghabisi semua lawan-lawan politiknya dengan kejam bahkan anaknya sendiri. Malam sebelum dieksekusi, badan Saddam bergetar ketakutan menghadapi kematiannya keesokan hari. Saddam tidak mampu mengontrol dirinya. Akhirnya dipanggil seorang dokter yang kemudian menyuntikkan obat penenang kepada Saddam. Setelah tenang, ia berbicara dengan Jenderal yang mendampinginya. Saddam memohon agar dapat berbicara dengan pejabat-pejabat Amerika. Ia berjanji akan menghancurkan Iran. Melihat sikap Saddam, Jenderal yang tidak ingin namanya disebut sangat tersentuh. Ia ingin membantu Saddam tapi tidak punya pilihan lain.Ahmad Abu Mathar, penulis buku "Rakyat Palestina dalam sekapan Saddam" (Felesthiniyyun fi Sujuni Saddam), membeberkan fakta-fakta bagaimana dengan kejam Saddam memanfaatkan isu-isu Palestina untuk kepentingannya. Sulit membayangkan ada orang yang masih saja mengambil untung dari penderitaan rakyat Palestina. Abu Mathar menulis, ketika Saddam mengagresi Kuwait ia menamakan pasukannya dengan sebutan Al-Quds. Saat ia menyerang Iran dengan alasan untuk membentengi pintu gerbang timur negara-negara Arab. Abu Nidal yang hanya pernah membunuh Isham Sarthawi tokoh Palestina dilindungi oleh Saddam. Sarthawi diteror ketika menghadiri pertemuan di Aljazair. Ia diteror di sana atas perintah Saddam. Itu dilakukannya sebagai sinyal kepada Amerika bahwa ia siap menyerang Iran. Untuk menghadapi PLO Saddam mendirikan kelompok Pembebasan Arab (At-Tahrir Al-Arabiyah) . Hasilnya adalah pembunuhan dan teror tokoh-tokoh Palestina. Bandingkan itu semua dengan Sayyid Hasan Nasrullah! Satu-satunya kesalahan Sayyid Hasan Nasrullah karena ia bermazhab Syiah. Syiah yang, setelah kemenangan revolusi Iran, menjadi sumber inspirasi kesadaran kaum muslimin di seluruh dunia menghadapi hegemoni Barat. Hal itulah yang membuat negara-negara Arab tidak mensuportnya dalam perang 33 hari menghadapi Israel. Bahkan lebih dari itu, ulama Wahhabi mengatakan bahwa perang yang dilakukan oleh Hizbullah tidak diakui sebagai jihad atas nama agama. Saddam sekuel baru tidak hanya untuk menandingi popularitas Sayyid Hasan Nasrullah, tapi juga ikut andil bagi terbentuknya sebuah koalisi baru. Koalisi yang diciptakan oleh Israel, Amerika, inggris dan sebagian negara-negara Arab yang bergantung pada kekuatan Barat untuk menghadapi Syiah. Alasannya sederhana, karena hukuman mati dilakukan di hari Idul Qurban dan pemerintah yang Syiah. Negara-negara Arab digiring sedemikian rupa untuk melihat fenomena Syiah sebagai ancaman. Saddam dicitrakan sedemikian rupa sebagai korban pertama peperangan Sunni menghadapi Syiah. Hukuman mati Saddam merupakan upaya balas dendam mereka, selain Iran yang oleh Barat dicitrakan sedemikian rupa bakal membuat senjata nuklir dengan program damai nuklirnya. Syiah Iran dan Irak akan mengancam Ahli Sunah yang ada di negara-negara Arab. Padahal semua tahu, Saddam yang Sunni itulah yang sempat mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dengan menyerang Iran yang Syiah dan Kuwait yang Sunni. Sebagian negara-negara Arab sedang berusaha keras untuk menunjukkan bahwa pilihan mereka kali ini dalam rangka menghadapi musuh Islam. Mereka lupa dan lalai bahwa sikap mereka yang lemah di hadapan Israel selama ini membuat simpati kaum muslimin terhadap mereka menjadi pudar. Masalah sebenarnya muncul setelah partai Demokrat berhasil menggeser pengaruh Republik di Kongres. Ide partai Demokrat adalah menarik pasukan Amerika dari Irak. Sebagaimana diberitakan oleh New York Times, setelah kemenangan itu Raja Abdullah menemui Dick Cheny untuk membicarakan masalah ini dan meminta agar Amerika tidak menarik pasukannya dari Irak. Bila itu dilakukan Arab Saudi mengkhawatirkan pengaruh Iran semakin kuat di Irak. Untuk menekan lebih jauh, Raja Abdullah mengancam bila penarikan dilakukan, maka bantuan keuangan kepada Ahli Sunah lebih besar dari yang sudah-sudah untuk menghadapi Syiah. Kekhawatiran ini bukan milik Arab Saudi saja, melainkan hampir seluruh negara-negara Arab. Mereka menganggap bila pasukan Amerika ditarik dari Irak, Syiah yang mayoritas akan membantai Sunni yang minoritas. Untuk lebih menarik perhatian Amerika atas usulannya, Arab Saudi menarik duta besarnya di Amerika Al-Faishal yang baru menjabat selama lima belas bulan. Dan itu menunjukkan bahwa dalam menyikapi Irak dan Iran terjadi tarik menarik yang cukup alot antara keluarga kerajan Arab Saudi. Ditambah lagi dengan pemberitaan Asosiated Press bahwa karisma Ahmadi Nejad telah menarik perhatian sebagian keluarga kerajaan. Sementara beberapa mufti yang ikut menandatangani surat kepada pemerintah untuk memberikan bantuan kepada Sunni Irak dan menyerang Syiah Irak, memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan. Mufti Arab Saudi dalam sebuah majelis mengucapkan bahwa Saddam menguntungkan kita karena dia membunuh orang-orang Syiah ketika menyerang Iran. Kesalahan Saddam hanya satu, mengagresi Kuwait!Untuk meredam perselisihan ini, menarik untuk menyimak penyataan Abdurrahman Rasyid, direktur jaringan satelit Al-Arabiyah. Ia berkata: "Kemungkinan terjadi perpecahan sangat besar sekali. Bila itu terjadi, besok siapa yang akan menghadapi Iran? Apakah Israel seorang diri? Ini tidak mungkin!".Khalil Ad-Dakhil, dosen sosial politik Universitas Riyadh berkata: "Pejabat-pejabat Arab Saudi telah melakukan kesalahan besar dengan membeo pada Amerika tanpa memiliki rancangan sedikit pun. Bila mereka sendiri yang lebih cepat bergerak dan campur tangan membantu Ahli Sunah, dengan mudah mereka dapat menyelesaikan dilema yang ada tanpa ada pertumpahan darah".Keberadaan Syiah di Irak memiliki akar sejarah yang panjang. Dan saat ini, pengaruh Syiah di Irak adalah sesuatu yang tidak dapat diingkari. Apa lagi dengan melihat konteks marjaiyat di Syiah. Kekuatan Syiah di Irak bertumpu pada Sayyid Ali Sistani yang nota bene masih memiliki warga negara Iran. Beliau sempat ditawari oleh pemerintah untuk mengganti kewaranegaraannya tapi menolak dengan halus. Ketika teror terhadap Syiah Irak meningkat, beliau dengan lantang mengeluarkan statemen bahwa seandainya setengah dari Syiah Irak dibunuh oleh saudaranya Sunni, kaum Syiah tidak akan melakukan tindakan balas dendam. Padahal, pada saat yang sama, ketika tentara Amerika memberondong jemaah salat di sebuah musala (Huseiniyah) , pada malam harinya, milisi bersenjata Syiah melakukan patroli di kota Baghdad. Pasukan Amerika ketakutan dan mendekam di barak mereka. Mereka ketakutan pembalasan pasukan milisi Syiah. Selama beberapa jam, milisi Syiah menguasai kota hingga datang perintah dari Sayyid Ali Sistani agar mereka kembali karena sesuai dengan keputusan PBB penyelenggara keamanan adalah Amerika. Melihat kenyataan ini, ketimbang memusuhi Syiah Lebanon, Irak dan Iran semestinya Arab Saudi dan Wahhabi mengambil sikap kooperatif. Hal yang sama diadviskan oleh Vali. R. Nasr anak Profesor Husein Nasr kepada pemerintah Amerika yang dimuat dalam situs Forreign Affairs. Usaha berhadap-hadapan dan memusuhi Iran bukanlah pilihan yang benar. Untuk itu ia menawarkan Amerika untuk melakukan perundingan dengan Iran. Hal sama perlu dilakukan oleh Arab Saudi dan ulama Ahli Sunnah. Memusuhi Iran dan Syiah membuat kita lupa bagaimana dalam waktu sepuluh hari ini, pasukan Israel membantai rakyat tidak berdosa Palestina.Sikap kooperatif ulama Syiah terhadap saudaranya Sunni tidak cukup sampai di situ saja. Setelah peristiwa pemboman kuburan dua Imam Syiah di kota Kazhimain Sayyid Ali Khamenei menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk lebih waspada. Kaum muslimin diharapkan untuk melihat ini bukan masalah Sunni dan Syiah tapi ada skenario besar dibalik peristiwa itu. Pembomam itu merusak tempat suci Syiah tapi reaksi ulama Syiah bagaikan semilir angin sejuk yang menenangkan hati. Beliau malah mengeluarkan fatwa bahwa haram hukumnya seorang muslim melakukan tindakan yang memprovokasi munculnya perselisihan antara Sunni dan Syiâah. Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi sepuluh hari setelah peristiwa hukuman mati Saddam yang bertepatan dengan hari Idul Ghadir, hari pengangkatan Imam Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin pasca Nabi. Sambil menyebutkan bahwa buku Al-Ghadir yang ditulis oleh Allamah Amini bisa menjadi perekat Sunni dan Syiah, kembali beliau menegaskan fatwanya. Meyakini dan tidak meyakini Ali bin Abi Thalib sebagai pewaris Nabi tidak lantas membuat Sunni dan Syiah berselisih apa lagi sampai menumpahkan darah keduanya. Akhirnya, mengulangi ucapan Imam Khomeini sangat membantu kita memahami kondisi kekinian. Siapa yang memecah belah Syiah dan Sunni tidak tergolong dari keduanya. Kaum muslimin hendaknya semakin waspada.[]Qom, 10 Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2681620246294114032-3997770728314301112?l=badruns7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badruns7.blogspot.com/feeds/3997770728314301112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badruns7.blogspot.com/2009/02/sayyid-hasan-nasrulloh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2681620246294114032/posts/default/3997770728314301112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2681620246294114032/posts/default/3997770728314301112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badruns7.blogspot.com/2009/02/sayyid-hasan-nasrulloh.html' title='Sayyid Hasan Nasrulloh'/><author><name>Kang Badruns7</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-1HEzfEoL6eQ/TaLrisTJrCI/AAAAAAAAAa0/fVA5DXUt-k8/s220/Yes_yes_2011.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
